Sebagai barang bekas,
sampah dianggap tidak memiliki nilai. Apalagi sampah-sampah plastik. Kamu pasti pikir sampah-sampah
yang ada di tempat sampah udah gak ada gunanya lagi. Jangan salah, ditangan orang
kreatif dan peduli, sampah-sampah tersebut disulap menjadi barang baru dan memiliki kualitas baik.
Adalah seorang Ibu Wulan,
ibu rumah tangga lulusan Universitas Indonesia yang
peduli dengan lingkungan. Ibu Wulan melihat di sekitar tempat tinggalnya,
banyak timbunan sampah yang dibiarkan begitu saja. Selain gak enak dipandang, banyak penyakit
yang
ditimbulkan dari timbunan sampah tersebut. Ibu Wulan memiliki inisiatif untuk mengolah sampah tersebut menjadi barang berguna.
Sebagai ibu rumah tangga biasa, Ibu Wulan suka mengikuti kegiatan pengajian RT
dan kegiatan ibu-ibu PKK. Bermodalkan kegiatan tersebut, Ibu Wulan mengajak ibu-ibu sekitar rumahnya untuk membantu mengolah sampah plastik menjadi barang bermutu baik.
Semua usaha Ibu Wulan tidaklah berjalan mulus. Ada
aja hambatan yang
ditemui. Ibu Wulan harus memanggil seorang ahli untuk mengajari ibu-ibu membuat kerajinan dari sampah plastik. Namanya juga keterampilan,
tidak semua ibu-ibu yang
bisa dan terampil dalam mengolah sampah-sampah tersebut. Ibu Wulan dengan sabar dan tekun mengajari ibu-ibu lainnya untuk bisa membuat kerajinan.
Sesuai dengan pepatah,
usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Ibu Wulan bersama ibu-ibu sekitar rumahnya sudah bisa mengolah sampah plastik menjadi barang kualitas baik. Tas,
tempat pensil, bando,dompet, barang-barang itulah yang
dihasilkan darisampah-sampah plastik. Mengangkat brand IBU RATU.
Mereka menjual hasil kerajinan di bazaar-bazaar serta dari mulut kemulut. IBU RATU itu ada kepanjangannya loh. Ikatan IBu-Ibu
RT Satu. Yap, hanya dengan kreatifitas segala yang
tidak mungkin menjadi mungkin. Kepedulian Ibu Wulan dengan lingkungan,
terutama sampah menjadikan dia mendapat berbagai penghargaan atas kegiatan yang
dilakukannya. Sukses terus IBU RATU.
(ARU)
0 komentar:
Posting Komentar